Sakit vs pilihan

 Di kutip dari sebuah blog yang telah lama saya delete


Pagi dini hari, seperti biasa, manusia insomnia ini merasa bored to death,
Tak ada pelampiasan to kill the time. Chatting pun tak bisa, pulsa di henpon habis pun sudah ada larangan resmi dari nyokap tercinta bahwa telkomnet dilarang setelah tagihannya membuat nyokap tersentak… hihihi

Ngomong2 chatting… pada saat saya menekan2 tombol remote tv secara terus menerus tanpa terfokus stasiun tv manapun… dan… eng-ing-eng… (bukan promosi lho!!!) ada interaktif jakchat dari jaktv.
Sebuah program chatting terbego, izinkan saya mengulangi lagi biar mantab, TERBEGO yang pernah saya liat. Inilah, yang kata mereka, inovasi terbaru karena menampilkan chatting versi tiga demensi… padahal jelek banget… kenapa-oh-kenapa? Karena-oh-karena hanya tulisan yang dikiri layar yang terlihat jelas, karena semakin ketengah kata2nya semakin mengecil due tema yang mereka usung (3D)… padahal bagusan 2D khan? Kanan-kiri-atas-bawah bisa kebaca jelas… well, itu kan menurut mereka… jadi ya, terserah aja…

Dalam hati, mereka mungkin kumpulan orang2 kaya raya… yang dengan cueknya menghambur2kan uang dua ribu rupiah untuk sebuah kalimat dengan 150 karakter di jakchat. Padahal kalo mau main itung2an 3 (tiga) kali ngirim ke jakchat (belum tentu tiga2nya ditampilken di tv… plus ada acara sensor pula kalo nulis nomer henpon atau sara) sama juga main chatting satu jam lebih di warnet (dan bebas nulis segala tai kucing atau favorit saya; yang ada F**k2nya)

Mengapakah saya berbicara panjang lebar tentang jakchat:
Karena tema homosexualitas dibahas tadi malam, dan yang paling membuat saya gemas adalah nyaris 99% dari peserta chatting nggak penting itu merasa jijik… dan yang paling parah lagi ada yang berkata idih amit amit

Ada seorang manusia yang mengaku gay di forum tersebut… dan sesuai dengan tujuan dia (barangkali) untuk mencari pasangan… manusia ini pun mencantumkan no hanpon ataupun alamat email… sial-oh-sial, sms manusia ini di sensor habis oleh moderator jakchat. Kata gay disitu telah berganti menjadi tiga tanda bintang… dan nomer henpon nya menjadi 08??90?1???7… alamat emailnya pun ternyata titik2@yahoo.com.
Dalam hati saya tersenyum… hangus sudah sms seharga dua ribu perak
Pun dalam hati saya meringis… separah itukah???

Tanggapan dari peserta forum lah yang membuat saya tertegun.
Kutip:
Woi… loe yang ngaku gay tadi, cepetan berobat biar cepet sembuh!

Saya pun tidak menunjukkan emosi tidak tertawa ataupun marah saat tau berhadapan dengan siapa saja peserta forum itu. Wajar saja bila pithecanthropus erectus pertama kali memegang hanpon. Mungkin over shocked atas teknologi yang baru dia cicipi, tanpa mengindahkan tenggang rasa atau hormat menghormati (yang konon khabarnya menjadi ciri khas bangsa ini) dia mencaci maki tanpa berpikir (berpikir; dengan huruf P)

Berobat?
Sembuh?

Apakah gay disandingkan dengan tetanus yang didapat dari menginjak paku karatan?
Separah itukah pemahaman mereka atas orientasi…
Perlu berapa abad lagi agar bangsa ini menghargai perbedaan?
Dan tolong jangan bicarakan dosa dan pahala… bukan anda yang menentukan.
Dan jangan pula bicara atas nama surga dan neraka… karena belum ada kepastian akan berada dimana anda nanti; mandi sungai madu atau main kembang api.

Ini hanyalah sekedar pilihan… anda memilih double cheese burger dan saya memilih fillet-o-fish. It’s as simple as that!!!

Sms berikutnya mengatakan:

>Carilah pasangan dan bentuklah sebuah keluarga…
(…tanpa disuruh pun saya juga mau…)

>Agar bisa hidup bahagia sampai kakek-nenek.
(…lho? Kakek-nenek? Saya kira saat tua nanti saya jadi kakek-kakek…)

Please deh… you have your own life to be screwed up and I have my own…

So, let’s just shut up and go on with our (own) life.
I’m bad, I’m evil, f**k it… I’m gay…
Just like sponge bob says…




No comments