Dia (dulu) hanyalah seorang mahasiswa dari belantara Jakarta
Mengharapkan banyak teman yang mengerti akan dunianya
Berjalan tertatih pada sebuah dunia yang gemar menghina
Terseok di tepi batas sebuah mimpi dan realita
Dia mencari teman di sebuah dunia yang bernama maya
Menyusuri daftar panjang manusia di sebuah situs yang menjanjikan cinta
Dia tidak menginginkan cinta
Hanya teman,
Teman untuk berbagi cerita, bukan semata birahi dan sperma
Dia mengulurkan tangan dan mengibarkan bendera persahabatan
Dengan wajah optimis dia menyapa…
Yang dibalas oleh seorang artis dari amerika (lho?)
Mereka bilang ‘kamu tanpa muka’
Dia bilang ‘apalah arti sebuah muka?’
Mereka bilang ‘tanpa muka, tanpa cinta’
Dia terpana…
Berhadapan dengan manusia yang memberi cinta karena rupa
Dia takut berbagi, dia tak ingin dilihat
Lalu mereka tertawa…
Suara serak basah yang sekilas seperti anjing liar dari afrika
Mereka… ‘lalu bagaimana aku tau itu kamu?’
Dia… ‘ini aku’
Mereka… ‘ya aku tau dari mana itu kamu??’
Dia… ‘muka mu asli?’
Notifikasi muncul pada sebuah pop up window
-you have been block by (username)-
Mereka menyingkir,
Enggan menyapa seorang anak petani dari desa yang baru pertama kali berseluncur di dunia maya…
Dia menghela nafas…
Oooo harus pake muka yaaa…
Tapi bagaimana bila ada teman yang tau…
Atau lebih buruk lagi… bagaimana bila ada kerabat yang tau
Di sebuah dunia yang menjanjikan apa saja, dari ayu ashari dan payudara hingga keanu reaves tanpa busana, masih saja ada aturan baku yang harus dituruti… tapi tetap saja dia ikuti…
Dia mematikan lampu agar ruang menjadi remang
Bersembunyi nyaman dibalik sebuah bayang
Wajah kaku tanpa senyum
Tanpa lampu kilat
Sengaja, agar tidak terlihat
------------------------------------------
Mereka… ‘muka kamu nggak jelas’
Dia… ‘tapi kan ada, so let’s talk’
notifikasi muncul dengan kalimat yang hapal mati
-you have been block by blah blah blah-
dia tersenyum pasrah
dan memetik sebuah pelajaran yang sangat berharga
dari sebuah situs yang menawarkan cinta
Cinta butuh pengobanan, padahal saya kemari bukan untuk cinta
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments