Unexpected date


Entah sudah kesekian kalinya mampir kesini, sebagian karena pekerjaan dan sebagian lagi hanya karena tamarind squash yang diperkenalkan oleh Mbak Ade.



The guy with the white tshirt is kinda cute



Tapi kali ini special, karena ada nona ria yang akan me-launch single terbaru nya yang sudah bisa dibeli di itune atau diputar di spotify.



Lewat pukul delapan handphone saya berbunyi dengan suara khas yang sebagian orang menyebutnya dengan kitab kuning, sebuah applikasi dating online dengan logo beruang. 
Rupanya ada umpan yang terkena di people near by, saya tersenyum. entah sudah berapa lama tidak melakukan ini seperti layaknya manusia normatif. 

Saya duduk pada meja kedua dekat pintu menghadap jendela, dengan ruangan khas bertembok batubata merah dan aksen - aksen unik diruangan itu. Ada piano, drumb, dan gitar di pojok sana, Foto besar wonder woman, dan juga deretan kaset-kaset disusun pada sebidang tembok. 

Dan saya hanya memandang ke jendela, gelap hitam namun masih jelas ada pantulan wajah saya disana dan sesekali asap vape keluar dari ruangan baru didepan pav, hmp, saya pikir akan menjadi ruangan tatto... harus didiscuss lagi dengan Mbak Putri.



Namanya entah siapa, terlalu berisik dengan latar jam session yang mengalun di belakang, ada laki-laki bermain saxophone dan bagus sekali, dia - yang bermain sax, juga entah siapa namanya. Malam ini saya egois.
Kami bersalaman, singkat, dan saling menyumbang senyum, standar.
Toni, Doni, Joni, akhiran Ni.
Lalu memesan singkong goreng dari mas-mas berseragam hitam yang lewat. Saya masih awet dengan kopi tubruk seharga 18rb yang gula sachetnya tidak saya buka, negeri ini selalu mencampurkan gula pada kopi, bukankah kopi seharusnya hitam dan pahit?

Pernahkah kamu terlalu lelah dengan percintaan hingga membiarkan Kamadeva memainkan panahnya, tertusuk terhempas apalah apalah. Malam ini hanya untuk musik dan kopi. Bila ada yang lain menyusul itu hanyalah added bonus.

No comments